Gema kegiatan menyongsong Muktamar 1 Abad Muhammadiyah bergema lagi Yogyakarta. Kali ini berasal dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HM) milik Persyarikatan Muhammadiyah yang baru-baru ini menyelenggarakan SEMILOKA MENYONGSONG RUU KEPANDUAN.
Kegiatan ini diawaki oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) UAD, Pusat Konsultasi danBantuan Hukum (PKBH) UAD, dan sesepuh Pandu HW di Kwarpus. Acara diselenggarakan di Auditorium Kampus 2 UAD pada Sabtu, 8 Mei 2010. Turut memberikan sambutan dari Kwarpus HW dan Wakil Rektor I UAD Dr. Ir. H. Dwi Sulisworo, M.T. yang sekaligus membuka acara. Dikatakan bahwa pada masa modern sekarang ini peran strategis pandu (scout) masih sangat dibutuhkan, khususnya sebagai salah satupilar pendidikan non formal di Indonesia. Kepanduan HW yang lahir sebelum kemerdekaan RI telah memberikan sumbangsih yang tidak kecil. Panglima Besar Jenderal Soedirman adalah satu contoh tokoh putra bangsa yang dididik dalam HW.
Mengapa semiloka ini diperlukan? “Kegiatan ini merupakan jawaban dan sekaligus terobosan dari HW untuk memberikan sumbangsih yang lebih besar lagi kepada bangsa. Pasca reformasi 1998, banyak teman dari daerah dan para sesepuh yang menginginkan kebangkitan kembali HW. Bukan untuk bernostalgia semata, tapi sekarang ini kita harus melahirkan kembali tokoh-tokoh bangsa dari aktivis pandu. Bukan sebaliknya, orang-orang ekskutif yang jadi pengurus dalam gerakan kepanduan. Mereka tidak tahu lapangan”, demikian tegas Ramanda Sarbiran dalam kesempatan dialog dengan pers.
Acara inti semiloka yang disponsori oleh LPP dan PKBH UAD ini terdiri dari dua bagian, yaitu acara semiloka yang menghadirkan para sesepuh HW dan praktisi di bidangnya dan acara sidang komisi serta pleno yang membahas draft usulan RUU Kepanduan. Secara kebetulan, di DPR RI pun sedang digodok RUU Pramuka.
Beberapa tema dan nara sumber yang hadir dalam semiloka adalah (1) Aspek Yuridis Sejarah kepanduan di Indonesia oleh Rakanda Daliso Rudianto, S.H., (2) Aspek fisik sejarah kepanduan di Indonesia oleh Rakanda Drs. HM. Affandi, (3) Organisasi gerakan kepanduan oleh Rakanda Abdul Rashid Washim, (4) Hubungan kepanduan dengan pemerintah oleh Rakanda Heni Istianto, S.H., (5) Pendidikan dan kegiatan kepanduan oleh Rakanda Prof. Zamroni, Ph.D., (6) Pendanaan gerakan kepanduan oleh Rakanda Drs. Budi Sujiyono, M.M.Foto-foto kegiatan.
